LANDASAN PEMBENTUKAN BRANDING KOTA CIMAHI SEBAGAI KOTA KREATIF
Abstract
Pada tahun 2007, Kota Cimahi mulai menerapkan inisiatif tingkat kota yang disebut "Cimahi Creative and Cyber City" dengan mendirikan CCA (Asosiasi Kreatif Cimahi) sebagai lokomotif untuk pengembangan industri kreatif, seperti manufaktur, hiburan, dan pendidikan, serta industri kreatif berbasis telematika, seperti TIK, animasi, dan produksi film di wilayah Baros. Kurikulum "Cimahi Creative and Cyber City" belum begitu efektif. Maka dari itu, Pemerintah Kota Cimahi menginisiasi sebuah kampanye Kota Kreatif yang mengusung program Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL) berbasiskan community relations dirumuskan sejak tahun 2011. Selain menyetujui pendirian Cimahi Creative City.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualiatif dengan pebdekatan studi kasus single case eksploratif. Grand theory yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori interaksi simbolik dari George Herbert Bead. Penelitian ini berfokus pada landasan penciptaan kampanye branding Kota Cimahi sebagai kota Kreatif. Hal apa saja yang melatarbelakangi pemerintah Kota Cimahi merumuskan branding ota Cimahi sebagai kota kreatif dari berbagai aspek yang telah dikaji Bersama dengan komunitas binaan.
Hasil peneltian mengungkapkan bahwa latar belakang Branding kota Cimahi sebagai Kota Kreatif melalui Pengembangan Ekonomi Lokal, yaitu (1) Karena keterbatasan wilayah dan sumber daya alam kota Cimahi, (2) Karena kota Cimahi memiliki sumber daya manusia yang melimpah terlebih potensi UMKM yang menduduki mayoritas di Kota Cimahi. (3) Karena potensi produk UMKM Cimahi yang kreatif dan dikenal secara nasional, (4) Karena berdasarkan peraturan pemerintah kota dan pusat,(5) Karena industri yang semula menjadi penggerak perekonomian kota Cimahi banyak yang gulung tikar.



